Kupang, FKKNews.com – Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena dan Wakil Ketua Komisi V DPRD NTT Winston Neil Rondo duduk satu meja dalam dialog publik Evaluasi 1 Tahun Kepemimpinan Melki – Johni yang digelar Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) NTT bekerja sama dengan Radio Republik Indonesia (RRI) Kupang dalam program Dialog Kupang Menyapa, Senin (23/2/2026).
Dialog yang disiarkan langsung dari Studio Pro 1 RRI Kupang ini menghadirkan empat narasumber lintas perspektif: Gubernur NTT Melki Laka Lena, pengamat ekonomi Dr. James Adam, akademisi Dr. Apolonaris Gai, serta Ketua DPD GAMKI NTT Winston Neil Rondo. Turut hadir Sekretaris DPD GAMKI NTT Amos Lafu, SH., MH., bersama jajaran pengurus.
Winston Rondo: Fondasi Ada, Namun Harus Ada Dampak Nyata
Winston Neil Rondo yang juga Wakil Ketua Komisi V DPRD NTT itu mengawali evaluasinya dengan mengapresiasi tren makro Pemerintah Provinsi NTT yang menunjukkan pertumbuhan ekonomi meningkat, angka kemiskinan menurun, serta IPM yang membaik.
“Fondasi awal sudah mulai dibangun dengan baik. Tetapi pertanyaannya sederhana: apakah masa depan anak muda NTT hari ini terasa lebih jelas dibandingkan setahun lalu?” ujar mantan Ketua Komisi V DPRD NTT itu.
Menurut Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Kupang tersebut, angka makro hanya bermakna jika benar-benar diterjemahkan menjadi peluang hidup yang nyata bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
Ketua DPD GAMKI NTT itu menegaskan bahwa tahun kedua kepemimpinan Melki-Johni harus menjadi fase penciptaan lapangan kerja baru yang lebih masif, bukan hanya laporan statistik.
“Pertumbuhan ekonomi tidak boleh berhenti pada angka statistik. Harus terasa di kantong anak muda,” tambah pendiri LSM CIS Timor itu.
Mantan Ketua Pemuda GMIT tersebut juga menempatkan kebutuhan relevansi pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja, transformasi digital, serta percepatan penanganan stunting sebagai agenda prioritas. Ia juga menekankan pentingnya pembangunan yang inklusif bagi perempuan, anak, dan penyandang disabilitas.
“Kita sudah bergerak, tetapi belum berlari cepat,” tegas mantan Ketua GMKI Cabang Kupang itu.
Melki Laka Lena: Tahun Pertama Konsolidasi, Tahun Kedua Percepat Dampak
Sementara itu, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menyampaikan capaian satu tahun kepemimpinannya dalam forum tersebut.
Melki menegaskan bahwa fase pertama pemerintahannya difokuskan pada penguatan fondasi pembangunan, termasuk pengembangan sektor pertanian, pertumbuhan pariwisata, peningkatan layanan dasar, serta konsolidasi tata kelola pemerintahan.
Menurut data yang dipaparkan mantan Wakil Ketua Komisi IX DPR RI itu, indikator makro seperti pertumbuhan ekonomi dan penurunan kemiskinan menunjukkan arah positif, dengan angka kemiskinan turun menjadi sekitar 17,50 persen selama satu tahun pemerintahan Melki-Johni.
“Ini adalah fondasi penting bagi NTT. Tahun pertama kami konsolidasikan dasar-dasarnya; tahun kedua harus semakin terasa dampaknya di seluruh lapisan masyarakat,” ujar mantan Ketua DPD Partai Golkar NTT tersebut.
Mantan aktivis PMKRI itu menyampaikan bahwa sektor pertanian dan pariwisata menjadi motor utama peningkatan ekonomi lokal, sekaligus membuka ruang bagi percepatan penciptaan lapangan kerja melalui program ekonomi produktif di tingkat desa.
“Kami terbuka terhadap kritik dan masukan publik agar pembangunan berjalan lebih efektif dan tepat sasaran,” tambah Wasekjen DPP Partai Golkar tersebut.
Dorongan Arah Kebijakan dan Harapan Bersama
Dialog ini menjadi ajang bagi GAMKI NTT untuk menyerukan agar fokus pembangunan tidak hanya pada capaian makro, tetapi juga pada penciptaan peluang kerja nyata, relevansi pendidikan, kualitas layanan kesehatan, dan perlindungan sosial bagi kelompok rentan.
Winston yang juga mantan Ketua GMKI Cabang Kupang menegaskan bahwa GAMKI NTT siap menjadi mitra strategis untuk mengawal dan bekerja bersama pemerintah agar arah pembangunan benar-benar berpihak pada generasi muda dan masyarakat luas.
Sementara Melki menekankan komitmen keterbukaan dan kolaborasi sebagai kunci memastikan agenda pembangunan empat tahun ke depan berjalan lebih cepat, inklusif, dan berdampak nyata.
Dialog interaktif ini menjadi momentum refleksi atas capaian satu tahun sekaligus penegasan arah kebijakan ke depan, dengan percepatan penciptaan lapangan kerja, inovasi pendidikan, dan kesejahteraan sosial sebagai pilar utama agenda kepemimpinan Melki-Johni di NTT.

















































