Kupang – Ketua Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT), Pdt. Samuel Pandie, S.Th., mengajak seluruh umat Kristen untuk memaknai Natal tidak hanya sebagai perayaan kelahiran Yesus Kristus, tetapi sebagai panggilan iman untuk merawat kehidupan dan menjaga ciptaan Tuhan.
Ajakan tersebut disampaikan Pdt. Samuel Pandie dalam Perayaan Natal Bersama GAMKI NTT, Sinode GMIT, dan CIS Timor, yang berlangsung di GMIT Elim Bisolo, Klasis Fatuleu Barat, Kabupaten Kupang, Sabtu (17/01/2026).
Dalam suara gembalanya, Pdt. Samuel menegaskan bahwa Yesus lahir bukan di dunia yang ideal seperti Taman Eden, melainkan di tengah tatanan ciptaan yang telah rusak. Karena itu, Natal menurutnya adalah perayaan tentang daya tahan kehidupan dan tanggung jawab manusia untuk berpihak pada kehidupan.
“Natal bukan hanya tentang kelahiran Yesus, tetapi tentang bagaimana kita mempertahankan dan merawat kehidupan di tengah dunia yang terluka,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa pelayanan gereja tidak boleh dilepaskan dari keberpihakan pada kelestarian alam. Menurutnya, berbicara tentang keselamatan tidak cukup hanya pada aspek spiritual, tetapi juga harus menyentuh ekosistem kehidupan yang menopang manusia.
Dalam konteks itu, Ketua Sinode GMIT menyambut dan mendorong gerakan penanaman satu juta pohon sebagai bagian dari praktik iman yang nyata. Ia menyebut, menanam pohon bukan hanya berdampak ekologis, tetapi juga memiliki nilai ekonomi dan keberlanjutan bagi generasi mendatang.
“Tidak apa-apa bermimpi besar. Pohon bukan hanya memberi oksigen, tetapi juga harapan dan masa depan,” katanya.
Pdt. Samuel juga mengingatkan bahwa gerakan kecil tidak boleh diremehkan. Ia mencontohkan bagaimana satu keputusan Yusuf dan Maria dalam Alkitab mampu mengubah dunia, sehingga satu gerakan menanam pun diyakini dapat membawa perubahan besar jika dilakukan bersama dan berkesinambungan.
Ia secara khusus mendorong keterlibatan kaum muda, termasuk GAMKI, sebagai motor penggerak, gerakan cinta lingkungan. Menurutnya, ketika orang muda bergerak, masa depan kehidupan dapat dilihat dengan penuh harapan.
Selain itu, ia mengajak semua pihak untuk memanfaatkan lahan-lahan gereja dan komunitas sebagai ruang hijau produktif dengan menanam tanaman umur panjang yang memberi manfaat ekologis dan ekonomi.
Dalam refleksi teologisnya, Pdt. Samuel menyinggung kisah sepuluh tulah di Mesir sebagai peringatan bahwa kerusakan alam akibat keserakahan manusia dapat berujung pada krisis kehidupan. Ia menegaskan bahwa doa “jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di surga” harus diwujudkan melalui tatanan ekosistem yang harmonis.
“Tugas kita hari ini adalah menemukan kembali Eden yang hilang dengan menanam dan memulihkan ciptaan Tuhan,” tegasnya.
Menutup pesannya, Ketua Sinode GMIT menyampaikan apresiasi kepada GAMKI NTT, CIS Timor, dan seluruh pihak yang terlibat dalam gerakan penanaman pohon. Ia menyebut tindakan menanam sebagai bentuk liturgi kehidupan, sebuah iman yang diwujudkan dalam tindakan nyata.
“Pohon yang kelak tumbuh besar akan menjadi saksi perjuangan kita memulai kehidupan,” pungkasnya.
Diketahui bahwa pada perayaan natal bersama DPD GAMKI NTT, Sinode GMIT dan CIS Timor ditandai dengan penanaman anakan umur panjang, yakni anakan pohon asam.
Sementara itu, Ketua DPD GAMKI NTT, Winston Rondo, menegaskan bahwa perayaan Natal bersama ini merupakan wujud iman yang diterjemahkan ke dalam aksi nyata merawat kehidupan dan lingkungan.
Ia menyebut, sebagai gerakan pemuda Kristen, GAMKI NTT berkomitmen menghadirkan iman di ruang publik melalui pembelaan martabat manusia, kepedulian terhadap bumi sebagai rumah bersama, serta pembentukan pemimpin muda berintegritas. Karena itu, agenda penanaman 4.000 pohon asam Timor dan kopi dinilai sebagai sikap konkret menjawab tantangan krisis ekologis dan sosial di NTT.
Menurut Winston, gerakan menanam pohon bukan sekadar simbol, melainkan upaya membangun ketahanan lingkungan, ekonomi rakyat, dan harapan masa depan. Ia pun mengapresiasi Sinode GMIT, CIS Timor, dan Jemaat GMIT Elim Bisolo Tuakau atas kemitraan dalam menghadirkan Natal yang berdampak nyata bagi umat dan lingkungan.
Ibadah Natal bersama DPD GAMKI NTT, Sinode GMIT dan CIS Timor di pimpin oleh Ketua Klasis Fatuleu Barat, Papi. J Foeh , S.Th., uang persembahan dari ibadah perayaan natal bersama tersebut akan di sumbangkan kepada korban bencana banjir di Aceh-Sumatera. (*/)


















































