Abrasi Pantai dan Kubus Penahan Ombak di Desa Kayang, Warga Sebut Tidak Sesuai RAB, Kepala Desa Kayang Diduga Kuat Korupsi, IRDA dan APH Diminta Segera Periksa

Kalabahi, FkkNews.com – Dugaan kuat Penyalahgunaan anggaran Dana Desa khususnya di Desa Kayang/Marica Oleh kepala Desa dan beberapa Aparatur Desa lainnya, hal ini disampaikan oleh Salah satu masyarakat, pemuda asal Kecamatan Pantar Barat Laut yang tidak ingin disebutkan identitasnya.

Kepada wartawan media ini ia ‎hendak mengulas kembali, bahwa pada tahun 2023 APH, Inspektorat Daerah Kabur Alor (IRDA) melakukan pemeriksaan tepatnya di Desa Kayang menyangkut dengan Pengadaan yang pagunya dari Dana desa dari tahun 2020-2023.

“‎Temuan Kerugian yang di Alami oleh Desa Kayang sendiri sebesar 120 juta, dan sampai sekarang tahun 2025 pemerintah Desa khususnya kepala Desa Kayang (Bapak Taslim Apah) yang masih melakukan pengembalian hingga detik ini,” ungkapnya saat menghubungi wartawan media ini pada, Minggu, (21/12/2025) malam melalui pesan WhatsApp.

‎Sebagai masyarakat ia meminta kepada pihak Aparat Penegak Hukum (APH), IRDA agar segera melakukan pemeriksaan kembali menyangkut dengan Pekerjaan Fisik yang di kerjakan pada tahun 2024 yang lalu yakni Abrasi pantai dan Kubus penahan ombak.

‎Lucunya, sambungannya, yang ingin kami sampaikan bahwa pekerjaan fisik tersebut di kerjakan langsung oleh Kepala Desa Kayang bapak Taslim Apah yang menggunakan CV. Cahaya Persada Indah sehingga tidak ada fungsi kontrol dari Desa dalam mengawasi pekerjaan yang ada.

‎Ironisnya, lanjutnya, ketika di kaitkan dengan RAB atas pekerjaan yang ada, Justru Tidak sesuai dengan RAB.

“‎Contoh, Kubus yang termuat jelas dengan kekuatan volume 1 meter kali 1 meter dan di kerjakan sesuai RAB  Seperti (CAMP/SEMEN 1), (2 PASIR) dan (3 KRL/BATU PECAH) yang tertulis jelas di RAB Justru secara Realitas di kerjakan dengan menggunakan CAMP 1, 5 PASIR, dan Batu Hutan. ‎Apakah ini bisa di benarkan? ‎Silahkan nyimak foto kubus di bawah ini,” ungkap pemuda ini.

Lebih lanjut dijelaskan, ‎menyangkut dengan Abrasi ketika di pacu dalam RAB, Maka kedalaman galiannya harus 60 cm. Nyatanya di lapangan kedalaman abrasi itu hanya 15 sampai 20 cm saja. ‎Silahkan nyimak foto Abrasi di bawah ini.

“‎Sehingga kami minta dari pihak APH, IRDA Untuk segera melakukan uji petik di lapangan atas kinerja pemerintah Desa yang bobrok dan tidak membawa dampak baik buat Kampung Halaman. ‎Kami menganggap bahwa pemerintah Desa sampai detik ini justru bekerja untuk memperkayakan dirinya sendiri, tanpa melihat berapa banyak rakyat yang terlihat sengsara dan menderita,” pungkasnya.

‎Hal konyol, lanjut, yang ingin saya sampaikan bahwa, seharusnya kepala Desa sendiri yang mengerjakan proyek tersebut jelas jelas menyalahi aturan, tapi mungkin karena ambisi untuk bekerja dalam upaya melakukan pengembalian tanpa memikirkan dampak ke depan.

Dijelaskannya, ‎jauh dari itu, jika Kepala Desa sudah terpaksa menggunakan CV orang lain untuk dikerjakan sendiri tanpa ada pengawalan langsung dari pihak kontraktor, harusnya bekerjalah dengan baik dan benar untuk kampung halaman,‎Tapi motif Kepala Desa seperti nya mau membunuh rakyatnya dengan jalan korupsi untuk memperkayakan dirinya.

Demikian dijelaskan pemuda ini bahwa ia minta sekali lagi kepada APH, IRDA agar segera melakukan pemeriksaan atas tindakan Korupsi, kolusi dan Nepotisme yang di lakukan oleh pemerintah Desa yang tamak dan rakus ini. ‎Dan harus kita tahu bersama bahwa KKN adalah tindakan yang selalu menjadi kutukan Konstitusi.

‎RAB dan Foto foto kami lampirkan di bawah ini menjadi bukti bahwa apa yang di sampaikan ini benar adanya, semoga ini akan menjadi acuan kami sebagai masyarakat, agar APH, IRDA segera melakukan pemeriksaan terhadap pemerintah Desa,” tutupnya sembari menegaskan, narasi ‎Dari kami, Salam anak Muda Desa Kayang. ‎Desa maju Indonesi Maju. ‎Desa Korupsi Rakyat Mengungsi.

Hingga berita ini ditayangkan wartawan media ini belum berhasil melakukan konfirmasi kepada Kepala Desa. (FKK/Eka Blegur).

Hot this week

“Sabar Menderita Karena Kebenaran Kristus” Minggu sengsara III , 25 februari 2024

Shalom. Sahabat sepelayanan selamat menikmati pemeliharaan Tuhan dan selamat...

Ngaku Bisa Loloskan Siswa ke SMAN 1, Guru PNS di Kota Kupang Tipu 9 Ortu

Kupang, FKKNews.com - Oknum Guru di kota Kupang atas...

Menkeu Akui Kondisi Tunjangan Fungsional Dosen Tidak Wajar, Janjikan Tinjauan Menyeluruh

Jakarta, 21 November 2025 — Aliansi Dosen ASN Kemdiktisaintek...

Kasus Pembunuhan terhadap Mahasiswa Asal Alor Bukan Berawal Dari Syukuran Pesta Wisuda, Berikut Penjelasan dari AKP Jemy Noke

Kupang, FkkNews.com - Kasus pembunuhan yang terjadi di Kelurahan...

11 Tim Ramaikan Turnamen Voli Wali Kota Kupang Cup Tahun 2025

Kupang, FKKNews.com - Sekretaris Daerah Kota Kupang, Jeffry Edward...

Pesan Natal Ketua DPRD NTT: TERUSLAH MELAYANI & BERBAGI KEBAIKAN

Kupang, FKKNews.com - Ketua DPRD NTT Emelia J. Nomleni...

Bulog Tetapkan Harga Eceran Tertinggi  Sembako, Ombudsman NTT Minta Warga Aktif Laporkan Pelanggaran

Kupang, FkkNews.com -  Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan NTT memperketat...

“Adakah Tempat Bagi Yesus” Renungan GMIT, Ibadat Malam Natal 24 Desember 2025

Kupang, FKKNews.com - Shalom Sahabat sepelayanan, selamat menikmati pemeliharaan...
spot_img

Related Articles

Popular Categories

spot_imgspot_img