Kades Wailawar Ungkap Kisah Penerimaan Bodi Perahu Ketinting Berkualitas Buruk dari Penyedia Dana Desa

Ket Foto: Ilustrasi Perahu Ketinting. 

Kalabahi, FkkNews.Com – Kepala Desa (Kades) Wailawar, Kecamatan Pantar, Kabupaten Alor, Rahim Mursalim, membeberkan pengalamannya saat menerima bantuan sarana penangkapan ikan berupa enam unit bodi perahu ketinting yang dinilai berkualitas buruk. Bantuan tersebut diadakan melalui anggaran Dana Desa Tahun 2025 dengan penyedia bernama Muklis.

Rahim Mursalim mengungkapkan, sejak awal kedatangan bodi perahu tersebut, warga nelayan penerima bantuan langsung menyatakan keberatan dan sempat menolak untuk menerimanya. Penolakan itu disebabkan kondisi fisik perahu yang tidak layak, di mana beberapa unit mengalami kerusakan serius pada bagian bodi, bahkan ada yang patah.

“Waktu pertama kali tiba, nelayan menolak karena kualitasnya sangat buruk. Ada bodi yang rusak, ada juga yang patah. Selain itu, perahu juga tidak dicat sama sekali sehingga terlihat tidak layak sebagai bantuan,” ungkap Rahim kepada wartawan, Jumat (19/12/2025) malam.

Ia menjelaskan, kerusakan bodi perahu tersebut diduga terjadi saat proses pendistribusian dari Kalabahi menuju Desa Wailawar. Menurutnya, pada saat bongkar muat, bodi perahu saling bertindihan sehingga menyebabkan kerusakan.

“Kemungkinan besar rusaknya waktu proses pengangkutan. Saat muat dan bongkar dari perahu motor itu saling tindis, sehingga ada yang bocor dan ada yang rusak,” jelasnya.

Sebagai kepala desa, Rahim mengaku merasa malu kepada masyarakat atas kondisi bantuan yang diterima tersebut. Demi menjaga kepercayaan warga dan memastikan bantuan dapat dimanfaatkan, ia akhirnya mengambil langkah untuk memperbaiki seluruh bodi perahu dengan menggunakan biaya pribadi.

“Saya malu sebagai pimpinan wilayah. Bodi perahu ini tidak dicat sama sekali, padahal kalau dicat sedikit saja kelihatan lebih layak. Akhirnya saya beli cat dan lem pakai uang pribadi untuk perbaiki dan percantik dulu, baru kemudian dibagikan ke nelayan,” tuturnya.

Rahim menambahkan, selama proses perbaikan, pihak penyedia sempat menghubunginya dan menyampaikan permohonan maaf karena merasa telah merepotkan. Namun, Rahim memilih untuk menyelesaikan persoalan tersebut demi kepentingan masyarakat nelayan.

“Penyedia sempat telepon saya dan bilang sudah merepotkan. Tapi saya bilang tidak apa-apa, yang penting nelayan bisa pakai,” katanya.

Setelah seluruh bodi perahu diperbaiki, bantuan tersebut akhirnya dibagikan kepada nelayan sekitar tiga bulan lalu dan saat ini sudah digunakan untuk aktivitas penangkapan ikan.

“Sudah saya bagikan sekitar tiga bulan lalu, dan sekarang perahu-perahu itu sudah dipakai oleh nelayan,” ujar Rahim.

Ia juga mengungkapkan bahwa harga satu unit bodi perahu ketinting tersebut mencapai Rp8 juta per unit. Meski sempat menuai penolakan, Rahim memastikan bahwa saat ini nelayan telah merasakan manfaat dari bantuan tersebut setelah dilakukan perbaikan.

Seluruh uang pribadi Kades Wailawar untuk ongkos perbaiki bodi perahu tidak diganti oleh penyedia Muklis, padahal itu merupakan tanggung jawabnya. Untuk diketahui bahwa baru-baru ini nama kontraktor ini mencuat setelah setelah pihak Kejaksaan Negeri Alor menitipkan surat panggilan pemeriksaan untuk Direktris UD Tetap Jaya. Kuasa Hukum UD Tetap Jaya protes keras seolah-olah Kejaksaan Negeri Alor kekurangan petugas sehingga surat panggilan pemeriksaan dititipkan kepada Muklis yang juga sama-sama kerja proyek dana desa di Alor.

Sebelumnya, warga Desa Wailawar, Kecamatan Pantar, Kabupaten Alor, sempat menolak menerima bantuan sarana penangkapan ikan berupa bodi perahu ketinting yang bersumber dari Dana Desa Tahun 2025. Penolakan itu muncul akibat kualitas enam unit bodi perahu yang dinilai tidak sesuai harapan. Namun, setelah dilakukan perbaikan oleh kepala desa, bantuan tersebut akhirnya diterima dan dimanfaatkan oleh nelayan setempat. (Tim).

Hot this week

“Sabar Menderita Karena Kebenaran Kristus” Minggu sengsara III , 25 februari 2024

Shalom. Sahabat sepelayanan selamat menikmati pemeliharaan Tuhan dan selamat...

Ngaku Bisa Loloskan Siswa ke SMAN 1, Guru PNS di Kota Kupang Tipu 9 Ortu

Kupang, FKKNews.com - Oknum Guru di kota Kupang atas...

Menkeu Akui Kondisi Tunjangan Fungsional Dosen Tidak Wajar, Janjikan Tinjauan Menyeluruh

Jakarta, 21 November 2025 — Aliansi Dosen ASN Kemdiktisaintek...

Kasus Pembunuhan terhadap Mahasiswa Asal Alor Bukan Berawal Dari Syukuran Pesta Wisuda, Berikut Penjelasan dari AKP Jemy Noke

Kupang, FkkNews.com - Kasus pembunuhan yang terjadi di Kelurahan...

11 Tim Ramaikan Turnamen Voli Wali Kota Kupang Cup Tahun 2025

Kupang, FKKNews.com - Sekretaris Daerah Kota Kupang, Jeffry Edward...

Pesan Natal Ketua DPRD NTT: TERUSLAH MELAYANI & BERBAGI KEBAIKAN

Kupang, FKKNews.com - Ketua DPRD NTT Emelia J. Nomleni...

Bulog Tetapkan Harga Eceran Tertinggi  Sembako, Ombudsman NTT Minta Warga Aktif Laporkan Pelanggaran

Kupang, FkkNews.com -  Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan NTT memperketat...

“Adakah Tempat Bagi Yesus” Renungan GMIT, Ibadat Malam Natal 24 Desember 2025

Kupang, FKKNews.com - Shalom Sahabat sepelayanan, selamat menikmati pemeliharaan...
spot_img

Related Articles

Popular Categories

spot_imgspot_img