Belanja Pegawai Alor Tembus 60% APBD, Fraksi Nasdem Minta Perhatian, Deni: Pemerintah Harus Optimalkan PAD, Bukan Hanya Mengandalkan Dana Transfer

Kalabahi, PG.com – Fraksi Partai Nasdem DPRD Kabupaten Alor menyampaikan pandangan umumnya terhadap Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun Anggaran 2026 pada Rapat Paripurna IV yang digelar pads Jumat, 28 November 2025 di Gedung DPRD. Dalam penyampaiannya, Ketua Fraksi Nasdem Deni Padabang memberikan apresiasi kepada Badan Anggaran dan TAPD yang telah membahas RAPBD selama empat hari.

Setelah mencermati secara saksama penjelasan pemerintah serta dinamika pembahasan bersama badan anggaran dan juga tim anggaran pemerintah daerah yang dituangkan dalam laporan dan badan anggran serta Jawaban Bupati terhadap laporan badan anggaran fraksi berpendapat bahwa :

1. Proyeksi pendapatan daerah sebesar Rp. 1,060 trilyun lebih, terdiri dari Pendapatan Asli Daerah sebesar Rp. 65 milyar lebih dan Pandapatan Transfer sebesar Rp. 982 milyar lebih serta Lain-lain pendapatan Daerah yang sah sebesar Rp. 13,2 milyar. Dibandingkan dengan Pendapatan pada APBD TA. 2025 berkurang sebesar Rp. 146 milyar lebih, bahwa tingkat ketergantungan yang begitu besar membuat kita lupa diri tanpa melakukan inovasi menekan tingkat ketergantungan tersebut, efisiensi anggaran menjadi tantangan menyakitkan, baiknya bisa merubah pola pikir, bukan beban pikir, bagus pula sebagai energy extra mengoptimalkan sumber daya yang kita miliki. Tercermin dari besaran PAD TA. 2026 yang disepakati dari laporan badan anggaran fraksi berpendapat bahwa tidak ada gebrakan apapun dalam mengatasi beban fiskal daerah disaat tekanan keuangan tak terhindarkan.

Untuk itu Fraksi mendesak pemerintah daerah segera mengoptimalkan sumber pendapatan asli daerah (PAD), perlu kerja cerdas dan kreatif bukan asal kerja yang penting bapak senang, bukan pula sekedar rutinitas kantor. Sektor strategis seperti parawisata, pertanian, kelautan masih menjadi ladang potensi yang belum dr secara serius oleh kebijakan fiskal daerah, fraksi juga melihat menilai bahwa ketergantungan yang tinggi terhadap dana transfer pusat serta lemahnya inovasi dalam penggalian PAD menunjukan adanya keterbatasan visi dan keberanian dalam mengelola kemandirian fiskal daerah, PAD hanya bergerak disekitar angka konservatif menunjukan bahwa pemerintah daerah masih berada dalam zona nyaman, belum menunjukan gebrakan kebijakan yang mampu memperluas pendapatan tanpa menekan rakyat kecil, Fraksi menegaskan bahwa pemerintah daerah harus menunjukan terobosan fiskal bukan hanya menunggu dana transferan tetapi menciptakan instrument ekonomi daerah yang produktif dan berkeadilan.

2. Berkenaan dengan besaran belanja Daerah yang telah disepakati sebesar Rp. 1. 060 triliun lebih, didistribusikan untuk belanja operasi sebesar Rp. 843,086 milyar lebih dialokasikan untuk belanja pegawai sebasar Rp. 527,830 milyar lebih, belanja barang dan jasa sebesar Rp. 192,023 milyar lebih, belanja hibah sebesar Rp. 22,642 milyar lebih, belanja bantuan social sebesar Rp. 590 juta lebih. Belanja modal sebesar Rp. 28,216 milyar lebih, Belanja tak terduga Rp. 2 milyar, belanja transferan sebesar Rp. 184,389 milyar lebih serta pembiayaan daerah sebesar Rp 3 milyar. Fraksi menyoroti kembali besaran belanja pegawai tembus hampir 60% dari APBD membiayai sekian ribu pegawai baik ASN P3K dan juga paruh waktu, sekian banyak aparatur negara yang harus dibiayai tidak sebanding dengan beban kerja saat ini, miris melihat besaran belanja modal yang telah disepakati tidak mungkin bisa mengatasi persoalan kebutuhan infrastruktur dasar pelayanan pendidikan dan kesehatan hingga janji politik kepala daerah mulai dari pabrik tapioca hingga satu desa satu program.

Menyertai pendapat fraksi ini sebagai wujud kesatuan dari sikap politik fraksi partai nasdem kami menyampaikan beberapa hal sebagai berikut:

1. Bahwa tahun 2026 penuh tantangan bagi keuangan daerah, dengan adanya efisiensi dari pemerintah pusat, penurunan dana transfer serta keterbatasan ruang fiskal menjadi ancaman nyata bagi keseimbangan pembangunan karena itu fraksi meminta pemerintah daerah perlu memperkuat kolaborasi strategis dengan pemerintah pusat, baik dalam bentuk sinkronisasi program maupun penguatan kerja sama antar kementrian atau lembaga, program program daerah yang sejalan dengan kebijakan nasional seharusnya dapat kita dorong untuk memperoleh dukungan dari APBN agar tidak dibebankan seluruhnya pada APBD, setiap sinkronisasi program antara APBN dan APBD adalah bentuk kecerdasan fiskal bukan ketergantungan, tetapi kemitraan produktif untuk memperluas ruang pembangunan.

2. Fraksi partai nasdem menegaskan bahwa kebijakan yang telah disepakati harus segera direalisasi tepat sasaran dan penuh tanggung jawab. Kita sudah berada di penghujung tahun anggaran dan tidak ruang ada lagi bagi kelambanan birokrasi, fraksi menilai percepatan realisasi anggaran bukan hanya sekedar tuntutan teknis tetapi juga ukuran kepekaan social pemerintah terhadap penderitaan rakyat,

3. Atas ke 3 (tiga) rancangan peraturan daerah yang telah dibahas Fraksi berpendapat bahwa: 1. Rancangan Peraturan Daerah tentang Pembentukan 15 (lima belas) desa di Kabupaten Alor, Fraksi Partai Nasdem menyampaikan terimah kasih, sebagai tindak lanjut dari aspirasi masyarakat yang telah disampaikan sebelumnya, sudah waktunya Desa Persiapan saat ini menjadi definitif mengingat segala persiapan dan langkah sudah terpenuhi, fraksi berharap dengan ditetapkan perda ini upaya pemenuhan pelayanan pemerintah menjadi lebih baik lagi, dan juga dapat mempercepat pembangunan serta menambah transferan dana desa nantinya.

2. Rancangan Peraturan Tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Daerah Kabupaten Alor Nomor 8 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan susunan Perangkat Daerah. Selain penyesuaian Rumah sakit daerah sebagai unit organisasi bersifat khusus serta pusat kesehatan masyarakat sebagai unit organisasi bersifat fungsional dan juga pembentukan badan riset dan inovasi nasional, dengan ditetapkan perda ini tentunya ada harapan baru dalam pelayanan terkhususnya bidang kesehatan baik di RSUD dan Puskesmas dan juga badan riset dapat melakukan penelitian dan inovasi dapat melibatkan pihak luar sehingga menciptakan ide dan gagasan inovatif demi perencanaan daerah dan pembangunan yang lebih modern.

3. Rancangan Peraturan Daerah tentang Pengelolaan Sampah Fraksi NasDem juga menyampaikan terima kasih atas penyampainan Ranperda tentang sampah, bahwa merupakan upaya untuk kita bersama dalam mengatasli permasalahan sampah dan juga berdampak pada peningkatan PAD melalui pungutan retribusi persampahan, fraksi juga meminta pemerintah segera mensosialisasikan Perda ini sesegera mungkin.

APBD bukan sekedar angka angka melainkan sejauh mana angka angka itu menjelma menjadi keberpihakan nyata bagi rakyat, anggaran adalah wajah politik sesungguhnya, ia berbicara jujur tentang keberpihakan, tentang siapa yang diutamakan dan siapa yang diperjuangkan, kita semua tau di tengah anggaran yang terbatas ini yang paling diutamakan adalah prioritas.

Demikian Pendapat Fraksi Partai NasDem Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Alor terhadap hasil pembahasan Rancangan Peraturan Daerah tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 dan 3 (tiga) Rancangan Peraturan Daerah lainnya, semoga APBD 2026 serta ketiga Ranperda mendatangkan berkat bagi seluruh masyarakat Kabupaten Alor secara berkeadilan dan bermartabat, maka Dengan salam “RESTORASI”, Fraksi Partai NasDem Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Alor, menyatakan: MENYETUJUI Hasil Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 dan 3 (tiga) rancangan peraturan Daerah lainnya ditetapkan menjadi Peraturan Daerah Kabupaten Alor Tahun 2025. (FKK/Eka Blegur).

Hot this week

“Sabar Menderita Karena Kebenaran Kristus” Minggu sengsara III , 25 februari 2024

Shalom. Sahabat sepelayanan selamat menikmati pemeliharaan Tuhan dan selamat...

Ngaku Bisa Loloskan Siswa ke SMAN 1, Guru PNS di Kota Kupang Tipu 9 Ortu

Kupang, FKKNews.com - Oknum Guru di kota Kupang atas...

Menkeu Akui Kondisi Tunjangan Fungsional Dosen Tidak Wajar, Janjikan Tinjauan Menyeluruh

Jakarta, 21 November 2025 — Aliansi Dosen ASN Kemdiktisaintek...

Kasus Pembunuhan terhadap Mahasiswa Asal Alor Bukan Berawal Dari Syukuran Pesta Wisuda, Berikut Penjelasan dari AKP Jemy Noke

Kupang, FkkNews.com - Kasus pembunuhan yang terjadi di Kelurahan...

Tepati Janji Kampanya, Wali Kota Kupang Christian Widodo Wujudkan Program Liang Kubur Gratis

Kupang, FKKNews.com - Pemerintah Kota Kupang mewujudkan salah satu...

Klasis Amarasi Selatan Ikut Sukseskan Program Menanam Satu juta Pohon Umur Panjang Yang Dicetuskan Oleh Sinode GMIT

Oelamasi, FKKNews.com - Klasis Amarasi Selatan melaksanakan kegiatan Musbel...
spot_img

Related Articles

Popular Categories

spot_imgspot_img