Kalabahi, FkkNews.com – Kontraktor yang mengerjakan proyek di SD GMIT Kabaku di desa Munaseli, Kecamatan Pantar menyesali terkait jawaban Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Alor yang mengatakan bahwa akan melakukan PHK terhadap perusahaan yang mengerjakan proyek tersebut. hal ini disampaikan oleh Sekretaris Dinas Pendidikan melalui rilisan media Metro Alor bahwa “Pihaknya sudah informasikan ke sekretaris dinas pendidikan dan jawabanyanya akan lakukan pemutusan hubungan kerja(PHK) kepada perusahan tersebut,”
Kontraktor yang akrab disapa dengan nama Ori dengan tegas merasa sangat menyesal dengan jawaban sekretaris dinas, menurutnya bagaimana seorang pejabat kok bisa kasi jawaban seperti itu, persoalan keterlambatan itukan sanksi nya adalah denda keterlambatan.
“Saya tidak pernah tanda tangan kontrak dengan Sekretaris Dinas Pendidikan tapi saya tanda tangan kontrak dengan PPK, tidak ada sangkut pautnya dengan Sekretaris Dinas Pendidikan, atau jangan sampai sekretaris dinas pendidikan ini ada kerja proyek? berdasarkan jawabnya bahwa nanti akan di PHK,” ujar Ori kepada media ini, Sabtu, (20/12/2025).
Nah, lanjutnya lagi, sudah berapa banyak proyek yang mulai dari 2023/2024 sampai hari ini ni bapak sekretaris dinas sudah kasi keluar surat PHK berapa kali, sudah berapa perusahaan yang bapa kasi PHK, dengan jangka waktu kerja yang belum selesai masa kerjanya, 2023 sampai hari ini belum selesai dan itu tidak ada surat PHK sampai hari ini, 2024 ada berapa banyak paket yang belum selesai termasuk yang ada di pantar dan di Alor Timur bapa tidak kasi keluar surat PHK, kok saya punya pekerjaan yang masa waktu kerjanya belum selesai bapak ancam mau kasi PHK.
“Contoh pekerjaan tahun 2024 di SMP Tamakh di kecamatan Pantar Tengah yang tidak selesai PPK minta tolong saya untuk bantu kasi selesai kan itu pekerjaan tanpa uang dari dinas pendidikan, tanpa uang dari pemerintah, saya pakai uang pribadi saya untuk selesaikan itu pekerjaan di SMP Tamakh dengan jangka waktu itu proyek sudah kenapa dinas tidak kasi keluar surat PHK? kok saya punya yang sekarang belum jatuh tempo kok sudah ada jawaban bilang mau kasi PHK, ini ada apa? saya anggap ini ketidak sukaan sekretaris dinas terhadap saya atau jangan sampai sekretaris dinas waktu mau kerja ini proyek mau sabotase supaya saya jangan kerja ini yang model begini ni, karena sebenarnya bapak tidak bisa kasi keluar jawaban itu,” tutupnya.
Bapak, sambungnya, sudah kasi kepercayaan orang dari dinas lain yang jadi PPK bapa punya proyek dinas pendidikan maka semua itu diserahkan ke PPK, siapapun yang mengadu Informasi menyangkut proyek pendidikan yang ada di lokasi bapak tidak ada alasan untuk kasi jawaban ke orang yang datang itu, harusnya bapa terima habis pesan saja nanti baru saya sampaikan, tinggal panggil itu PPK atau informasi le PPK, PPK yang punya hak telepon saya.
“Saya memang menyesal sekali ini Sekretaris Dinas Pendidikan, artinya begini, sebenarnya bapak bersyukur dan minta terimakasih dengan saya, tanpa uang dari dinas yang bapa dorang kasi saya untuk selesaikan proyek yang tahun 2024 di SMP tamakh, saya begitu PPK omong dengan saya kami sepakat habis sudah saya bantu selesai kan itu pekerjaan, saya selesaikan pakai uang pribadi dan tidak ada material yang saya bon, pekerjaan sampai sudah 100 persen, saya menyesal apakah ini ucapan terimakasih seperti Jawab sekretaris dinas ke saya ini? saya selama kerja tidak ada masalah sama sekali,” katanya.
Sebelumnya Ori menyampaikan bahwa ada dua orang yang mengaku dari dinas turun ke lokasi proyek dan menanyakan semua material apakah sudah dibayar atau belum, karena proyek ini mau di PHK.
“Ada dua orang yang mengaku dari dinas ini ada kerjasama dengan ini Ketua Komite yang sekarang jadi kepala tukang ini, jadi bapa komite naik di Kalabahi pigi lapor saya di dinas terus ketemu wartawan, mungkin dong sudah sepakat to, jadi dua orang datang di lokasi mengaku mereka itu orang dinas dan tanya semua material sudah dibayar atau belum karena ini proyek mau di PHK, saya akan cari tahu siapa dua orang itu, karena ini sangat merugikan sekali, siapa yang suru dorang turun dan mereka punya hak apa turun di itu lokasi,” pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan oleh media metroalor.com dengan judul berita “Astaga, Sudah Akhir Tahun SD GMIT Kabaku Belum Dikerjakan”?
Bahwa sudah di penghujung tahun anggaran 2025 namun ada beberapa fasilitas sarana pendidikan yang belum tuntas. Padahal dari informasi yang dihimpun, nyaris uang muka dari pekerjaan pekerjaan telah diambil oleh kontraktor namun fakta dilapangan belum ada kemajuan dan progres fisik pekerjaan.
Salah satu pekerjaan yang belum ada kemajuan yakni, rehabilitasi sarana pendidikan yang diduga mandek yaitu, SD GMIT Kabaku di desa Munaseli kecamatan pantar.
Menurut ketua komite Semuel Subang melalui sambungan teleponnya kepada media ini pada 19/12/25 mengungkapkan proyek pekerjaan SD GMIT Kabaku sampai saat ini tidak ada aktifitas pekerjaan di lapangan karena tidak ada bahan material untuk mengerjakan proyek yang dibiayai oleh uang yangdikumpulkan masyarakat melalui pajak.
Padahal Bangunan empat ruang tersebut sudah dibongkar atapnya sejaka bulan Oktober lalu namun sampai hari ini tidak ada material sehingga pekerjaan belum bisa dilanjutkan .Memang Ada sebahagian kecil yang sudah dikerjakan yakni pemasangan tiang untuk teras, tapi pekerjaan yang besar belum.
Menurutnya, awalnya cuma atap dua gedung yang dibongkar serta kuda-kudanya ,namun tambah dua gedung lagi sehingga total empat gedung yang sudah dibongkar tapi belum ada pekerjaan lanjutan.
Ironisnya, atap empat gedung yang dibongkar pada bulan Oktober lalu menyisakan para pelajar terpaksa belajar di tenda darurat yang dibuat komite . Namun lanjut Semuel, ketika hujan, anak-anak terpaksa tidak bisa belajar karena hujan masuk dalam ruang belajar dan lumpur.
“Seandainya kami tau dari awal bahwa bangunan sekolah masih lambat dikerjakan maka kami tidak buru-buru bongkar atap supaya anak-anak bisa pake belajar . Padahal habis bongkar terus tidak cepat dikerjakan hingga mau masuk natal 2025 ini”, ujar Semuel.
Ia sendiri tidak tau anggaran untuk rehab sekolah ini karena tidak ada papan informasi. Awalnya diketehaui anggarannya 200 juta untuk dua gedung tapi yang sudah dibongkar empat gedung jadi total anggran belum diketahui oleh komite.
Menurutnya , pekerjaan rehab sekolah itu sangat mudah dan gampang bisa dikerjakan dalam satu bulan saja karena cuma ganti atap dan pasang keramik di teras namun material tidak ada maka sampai hari ini belum ada progres kemajuan fisiknya.
“Kontraktor cuma bilang masih input data pada dinas pendidikan jadi belum bisa kerja . Celakanya atap semua gedung sudah dibongkar lalu kena hujan setiap saat maka plafon juga sudah roboh, sementara tidak aitem pekerjaan rehab Plafon”, terangnya.
” Anggaran ,nama CV serta nama kontraktor yang kerja proyek ini juga kami komite tidak tau ,habis tidak ada papan informasi.kami cuma punya nomor hape kontraktornya dan diprofil nomor watsappnya ada gandeng dengan pak wakil bupati Alor”, ungkapnya
Pihaknya sudah informasikan ke sekretaris dinas pendidikan, dan jawabanyanya akan lakukan pemutusan hubungan kerja(PHK) kepada perusahan tersebut.
Menanggapi hal ini Kontraktor yang mengerjakan proyek rehab beberapa ruangan atau gedung sekolah memberikan klarifikasi resmi seperti yang diberitakan oleh media ini sebelumnya bahwa terkait masalah proyek rehab gedung atau ruangan SD GMIT Kabaku di desa Munaseli, Kecamatan Pantar yang diberitakan oleh media Metro Alor yang disampaikan oleh Ketua Komite, dijelaskan Kontraktor yang akrab disapa dengan nama Ori mengatakan bahwa Ketua Komite ini yang adalah kepala tukang, terkait masalah keterlambatan waktu yang sudah sangat mepet ini ia sudah sampaikan waktu ia sampai di lokasi.
“Saya kepala sekolah, ketua komite waktu itu dalam pertemuan saya bilang kegiatan ini tidak bisa selesai dalam ini bulan, tapi saya pastikan akan selesai di Januari paling lama February, jawaban kepala sekolah bilang bapak tidak apa apa yang penting dia selesai ko anak anak pake, Jadi saya sambung lagi, saya bilang bagaimanapun ini pekerjaan dalam Kampung saya jadi tetap saya akan segera selesaikan, nanti konsekuensinya yang saya akan terima dari dinas itu kena denda keterlambatan,” jelasnya kepada media ini, Sabtu, (20/12/2025).
Dikatakan Ori, terus masalah material, tanggal 19 itu Ketua komite lapor ke media bahwa tidak ada material sama sekali di lokasi sedangkan hari Minggu atau senin itu tanggal 14 atau 15 itu kayu ada di lokasi kurang lebih ada 2 atau 3 kubik itu untuk kerja kap atas, sedangkan pekerjaan yang berat itu kap punya, bahan yang masuk itukan untuk kerja kap kuda kuda, sambil menunggu bahan yang lain yang belum ada.
Ia menyampaikan bahwa bangunan empat ruang yang dibongkar ini kan awalnya yang kita buka di LPSE itu, yang kita kasi masuk dokumen penawaran dan dokumen kualifikasi itukan kita lihat anggaran LPSE itu Rp 200 juta, untuk rehab dua gedung ruangan, ternyata proses administrasi itu sudah sampai selesai semua waktu ke lokasi untuk bongkar harus bongkar itu 4 ruang gedung, nah itu beberapa teman-teman kontraktor bilang bisa ko tidak? saya bilang ini kontrak sudah terlanjur berjalan, bagaimana kita mau mundur.
“Jadi sudah, waktu sebelum bongkar itu saya bersama kepala sekolah dan ketua komite yang sekarang jadi Kepa tukang duduk ko kita bicara, terus ibu kepala sekolah bilang bapa ini kerja 2 ruangan na bagaimana karena ini sambung jadi satu ni, jadi saya jawab sudah tetap bongkar 4 ruangan semua nanti baru saya konsultasi dengan pihak Dinas, apakah memang 4 ruangan ini memang bisa masuk semua atau tidak, kalau memang tidak maka mungkin saya minta dari dinas untuk turun di lokasi lihat ko mungkin kita bisa CCO, sehingga item mana yang bisa dikerjakan, tapi kalau memang misalnya anggarannya bisa cukup untuk kerja semua ya kerja semua,” ujarnya.
Untuk kebijakan saya, lanjutnya, terkait pembangunan di SD GMIT Kabaku itu ada beberapa item itu yang tidak ada di dalam kontrak, dia pu RAB juga tidak ada tetapi itu harus dikerjakan karena sudah rusak contoh macam lobang angin di bagian belakang, ada 12 lobang angin itu tetap harus ganti karena itu kayu sudah hancur semua, padahal itu tidak ada dalam kontrak dan dia pu gambar juga tidak ada, nah 12 lubang angin itu sudah dikerjakan semua, hanya tinggal pasang semua dan itu ada di lokasi, terus penambahan berapa Senti teras depan, komite telepon saya omong dia langsung bilang sudah bapa itu kegiatan pembangunan di dalam kampung jadi kalau mau tambah 50 senti na semen ada jadi bapa dong kerja saja yang penting untuk yang terbaik, ya sudah mereka sudah kerja habis.
“Terkait masalah anak-anak mau belajar, inikan yang jelas bahwa tidak ada gedung lain selain itu gedung yang berdiri di situ harus kasi pindah ke itu gedung, maka waktu itu sebelum bongkar kami sudah melakukan pertemuan, kepala sekolah, komite, kami sudah sepakat, jadi saya yang bilang begini, sudah nanti bongkar ini empat ruangan habis dia pu seng itu taru bae bae, dia pu kayu itu Om lihat bae bae ko bikin biar satu atap juga baik untuk anak-anak sementara pake belajar dan sekolah dan itu sudah dilakukan sementara anak anak ada pakai sekolah
Masalah keterlambatan itu wajar, hal yang biasa, ada yang kerja sampai satu dua tahun baru selesai,” lanjutnya.
Ia juga menjelaskan bahwa untuk masalah papan proyek itu betul belum kasi berdiri tapi jumlah anggaran, sumber anggaran dan jangka waktu kerja itu saya sudah sampaikan di kepala sekolah, ketua komite selaku kepala tukang dengan dia pu ana bua semua, saya bilang anggaran rehab gedung ini 200 juta dengan jangka waktu selesainya itu 31 Desember 2025, jadi dari 30 juta ini kebiasaan kita disini ini upah kerjanya seperti apa pasti bapa dong tauh, kalau misalnya 10 persen yah 10 persen itu kasi keluar dari pagu anggaran yang ada, Semua sudah sepakat jadi anggaran proyek itu 200juta itu saya sudah buka semua di depan hanya memang papan proyek nya yang saya lupa pasang, akan segera saya pasang karena itu dibutuhkan.
“Masalah Progres kemajuan, terus kepala tukang yang arahkan bapa pu ana bua untuk kerja item item ini kasi habis itu dia pu nama apa, apakah itu bukan progres kemajuan dalam pekerjaan? nah inilah ketidak tahuan orang yang hitung ini progres kerja ya dia punya bahasa nya seperti ini, sementara pekerjaan progres nya berjalan, contoh kap batu selesai terus di dalam ruangan belajar itukan ada sekat pakai tripleks itu harus pasang batu dan itu sudah selesai, ada dua ruang itu sudah selesai, dorang hanya foto di bagian depan saja, terus itu yang jadi pegangan untuk muat berita kasi naik,” imbuhnya.
Demikian kata Ori, Ini saya duga ya, ada oknum oknum tertentu yang rasa tidak senang dengan saya, berdasarkan informasi yang saya baru terima dari lokasi proyek, nah yang kasi Informasi ke saya itu dia punya rumah pas berhadapan dengan sekolah bahwa ada dua orang ke lokasi proyek paka satu motor mengaku mereka itu orang dinas, jadi mereka cek ini pekerjaan habis tanya lagi masyarakat disitu bahwa material yang fi di ambil itu sudah dibayar atau belum karena ini pekerjaan mau di Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), saya masih telusuri oknum dua orang ini siapa.
“Kemudian dia juga bilang bahwa kontraktor bilang masih input data di dinas pendidikan, nah ini kontraktor mana yang mengaku di bapak bahwa ada sementara input data di dinas pendidikan, dan data apa yang mau di input, saya tidak tahu itu, saya tidak pernah sampaikan itu,” tegasnya.
Demikian Ori, terkait Nama CV dan nama kontraktor katanya mereka tidak tahu saya, padahal saya hampir tiap hari ada sama sama dengan mereka, dari awal turun ketua komite itu kami duduk tatap muka, sama sama sampai kapan saya keluar dari itu lokasi, makan sama-sama di kepala sekolah punya rumah, minun kopi sama, tiap kali saya turun masa dia tidak tahu saya punya nama? saya sudah sampaikan saya punya nama, saya asli dari kampung di pantar timur desa nulle, saya punya keluarga juga paling banyak di lianglolong, terus masalah foto profil di Wa saya dengan urusan ini pekerjaan terus melibatkan pak wakil Bupati pu nama, kalau mau pasang foto itukan mau pakai foto apa urusan saya, apa hubungannya dengan dia.(*Fkk/Eka Blegur).

















































