
Kupang, FKKNews.com – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, mengapresiasi peran dan dukungan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) terhadap program pembangunan Kota Kupang, sekaligus memaparkan deretan capaian strategis Pemerintah Kota Kupang di hadapan kader HMI dari berbagai daerah di Indonesia.
Apresiasi tersebut disampaikan Wali Kota Kupang saat membuka Latihan Kader II (Intermediate Training) Tingkat Nasional HMI Cabang Kupang Periode 2025–2026, Senin (19/1), di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang.
Dokter yang juga dikenal sebagai Wali Kota milenial dan humanis ini menegaskan bahwa kaderisasi HMI memiliki peran penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kritis, beretika, dan siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam pembangunan.
“Kami merasakan betul kontribusi pemikiran dan energi kader HMI. Dukungan organisasi mahasiswa seperti HMI sangat penting untuk memastikan arah pembangunan tetap berpihak pada kepentingan publik,” ujar Ketua DPW PSI NTT ini.
Di hadapan para peserta LK II, mantan Anggota DPRD NTT periode 2019–2024 tersebut kemudian memaparkan capaian Pemerintah Kota Kupang sepanjang 2025. Salah satunya, Kota Kupang berhasil menembus 10 besar Indeks Kota Toleran secara nasional, sekaligus meraih predikat Kota Damai dan Inklusif dari Kementerian Dalam Negeri.
“Capaian ini menunjukkan bahwa toleransi, kebersamaan, dan keterbukaan bukan sekadar jargon, tetapi benar-benar kita bangun dalam praktik pemerintahan,” kata sosok Wali Kota yang dikenal dekat dengan anak muda ini.
Selain itu, Pemerintah Kota Kupang juga meraih penghargaan TP2DD Terbaik dari Bank Indonesia, serta penghargaan perencanaan pembangunan tertinggi dari Bappenas, yang baru kembali diraih setelah penantian selama 10 tahun.
Tak hanya prestasi kelembagaan, legitimasi publik terhadap kinerja Pemkot Kupang juga tercermin dari hasil survei kepuasan masyarakat. Berdasarkan survei Universitas Nusa Cendana (Undana), tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Pemerintah Kota Kupang mencapai 80,1 persen, tertinggi sepanjang sejarah pemerintahan kota.
“Angka ini bukan sekadar statistik, tetapi cerminan kepercayaan masyarakat. Dan kepercayaan itu hanya bisa dijaga dengan kerja nyata dan keberanian mengambil kebijakan,” tegasnya.
Dalam sambutannya, Christian Widodo juga menekankan bahwa kepemimpinan tidak selalu berjalan di jalur populer. Ia mencontohkan sejumlah kebijakan Pemkot Kupang yang sempat menuai kritik, namun pada akhirnya berdampak positif bagi ketertiban dan kenyamanan warga.
“Keberuntungan itu bukan kebetulan. Ia lahir dari pertemuan antara persiapan dan kesempatan,” ujar politisi PSI ini.
Menutup sambutannya, Wali Kota Kupang mengajak kader HMI untuk terus menjadi mitra kritis pemerintah sekaligus pelopor perubahan di tengah masyarakat.
“Teruslah menjadi lilin-lilin kecil yang memberi terang. Kota ini, daerah ini, bahkan bangsa ini membutuhkan pemimpin muda yang berani, beretika, dan berpihak pada kemanusiaan,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Umum HMI Cabang Kupang Periode 2025–2026, Muhammad Farid Ridha, menegaskan bahwa kaderisasi HMI harus mampu menjawab tantangan zaman, termasuk perkembangan kecerdasan buatan, tanpa kehilangan nilai moral dan idealisme perjuangan.
(FKK/PKP)
















































