Kupang, FKKNews.com – Perhatian Pemerintah Pusat terhadap Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus berlanjut lintas generasi. Jika Presiden ke-7 RI Joko Widodo dikenal sebagai kepala negara yang paling sering mengunjungi Bumi Flobamora, kini jejak itu tampak dilanjutkan oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Dalam kurun waktu kurang dari tiga tahun, Wapres Gibran tercatat telah tiga kali mengunjungi NTT sebuah intensitas yang menegaskan komitmen kuat terhadap pembangunan dan kedekatan dengan masyarakat di wilayah timur Indonesia.
Kunjungan terbarunya berlangsung pada Senin, 6 April 2026, saat ia menghadiri Pawai Paskah Akbar di Kota Kupang. Kehadiran tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan simbol dukungan terhadap nilai toleransi, keberagaman, serta kehidupan sosial keagamaan masyarakat NTT.
Sebelumnya, Gibran pertama kali menginjakkan kaki di NTT pada 29–30 Desember 2023, saat masih berstatus sebagai calon wakil presiden. Dalam kunjungan itu, ia menyapa tokoh lintas agama di Kota Kupang, menghadiri konser rakyat, hingga melakukan blusukan di Pasar Batu Cermin dan Kampung Kaper di Labuan Bajo.
Selanjutnya, pada 6–7 Mei 2025, Gibran kembali ke NTT dalam kapasitas sebagai Wakil Presiden untuk pertama kalinya. Dalam kunjungan kerja tersebut, ia meninjau infrastruktur pendidikan di SD Inpres Kaniti, Kabupaten Kupang, serta mengunjungi Kabupaten Sikka dan Nagekeo guna mendorong penguatan sektor pertanian dan UMKM.
Kunjungan ketiga pada April 2026 ini sekaligus menjadi momen penegasan komitmen. Selain menghadiri Pawai Paskah Akbar di Bundaran Tirosa, Kota Kupang, Gibran juga meresmikan gedung SD Inpres Kaniti yang sebelumnya ia janjikan untuk direnovasi.
Langkah-langkah ini dinilai sebagai kelanjutan dari perhatian besar yang selama ini ditunjukkan oleh Presiden Joko Widodo terhadap NTT. Selama dua periode kepemimpinannya, Jokowi tercatat telah mengunjungi NTT sekitar 20 kali—menjadikannya sebagai salah satu provinsi yang paling sering ia datangi di luar Pulau Jawa.
Kedekatan tersebut tidak hanya bersifat simbolik, tetapi juga diwujudkan melalui berbagai proyek strategis nasional, seperti pembangunan bendungan besar, pengembangan kawasan wisata Labuan Bajo, hingga pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN).
Dengan frekuensi kunjungan yang terus berlanjut, Wapres Gibran menunjukkan bahwa perhatian terhadap NTT bukan sekadar agenda sesaat, melainkan bagian dari kesinambungan komitmen negara dalam mendorong pemerataan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di kawasan timur Indonesia.














































