Beranda Belu Menhan Tinjau Kampus Vokasi di Belu, Bupati Apresiasi Perhatian Pusat bagi Wilayah...

Menhan Tinjau Kampus Vokasi di Belu, Bupati Apresiasi Perhatian Pusat bagi Wilayah Perbatasan

8
Bupati Belu Wilybrodus Lay ketika menyambut Menhan Sjafrie Sjamsoedin di Bandara AA Bere Talo, Kabupaten Belu, Kamis (23/1)
Bupati Belu Wilybrodus Lay ketika menyambut Menhan Sjafrie Sjamsoedin di Bandara AA Bere Talo, Kabupaten Belu, Kamis (23/1)

Atambua, FKKNews.com – Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (23/1/2026), dengan agenda utama meninjau Kampus Fakultas Vokasi Logistik Militer (FVLM) Universitas Pertahanan Ben Mboi Republik Indonesia yang berada di wilayah perbatasan Indonesia–Timor Leste.

Kedatangan Menhan disambut langsung oleh Bupati Belu, Willybrodus Lay, SH, bersama Forkopimda Plus Kabupaten Belu di Bandara A.A. Bere Tallo Atambua. Bupati Belu menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap daerah perbatasan, khususnya melalui penguatan sektor pendidikan dan pertahanan.

“Ini bukan sekadar kunjungan kerja, tetapi bentuk nyata kehadiran negara di wilayah perbatasan. Kami mengapresiasi perhatian pemerintah pusat yang terus mendorong Belu sebagai beranda depan NKRI,” ujar Willybrodus Lay di sela-sela penyambutan.

Dalam kunjungan tersebut, Menhan RI didampingi Bupati Belu dan jajaran Forkopimda meninjau langsung fasilitas Kampus FVLM Unhan Ben Mboi RI. Menurut Willybrodus Lay, keberadaan kampus vokasi logistik militer di Belu memiliki nilai strategis, tidak hanya dalam mendukung sistem pertahanan negara, tetapi juga membuka akses peningkatan kualitas sumber daya manusia lokal di wilayah perbatasan.

Sementara itu, Menteri Pertahanan RI, Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, menegaskan bahwa pengembangan Fakultas Vokasi Logistik Militer merupakan bagian dari strategi nasional dalam memperkuat pertahanan negara berbasis pendidikan dan keahlian terapan. Ia menilai wilayah perbatasan seperti Belu memiliki posisi penting dalam sistem pertahanan sekaligus pembangunan nasional.

“Wilayah perbatasan harus diperkuat, tidak hanya dari sisi keamanan, tetapi juga melalui pengembangan sumber daya manusia yang unggul. Pendidikan vokasi logistik militer di Belu diharapkan melahirkan tenaga-tenaga profesional yang siap mendukung pertahanan negara dan pembangunan nasional,” tegas Menhan.

Kunjungan Menhan ke Belu merupakan bagian dari rangkaian agenda kerja di Provinsi NTT yang berfokus pada penguatan sektor pertahanan, pendidikan vokasi, serta kesiapan wilayah strategis nasional. Selain meninjau Kampus FVLM Unhan Ben Mboi RI, Menhan juga dijadwalkan melakukan peninjauan kesiapan fasilitas pendukung pertahanan serta berdialog dengan unsur pemerintah daerah dan pemangku kepentingan di wilayah perbatasan.

Bupati Belu menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus bersinergi dengan Kementerian Pertahanan dan pemerintah pusat dalam menjaga stabilitas keamanan perbatasan serta memperluas akses program dan bantuan pusat bagi pembangunan daerah.

“Kami siap mendukung penuh agenda nasional, khususnya yang berkaitan dengan penguatan perbatasan. Keamanan, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat harus berjalan seiring,” pungkas Willybrodus Lay.

Kunjungan ini menegaskan komitmen pemerintah pusat dalam memperkuat wilayah perbatasan sebagai garda terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia, sekaligus memastikan pembangunan sumber daya manusia berjalan inklusif hingga ke daerah strategis. (FKK02)

Artikulli paraprakKolaborasi GAMKI NTT dan Rotary Club Bantu Puluhan Jamban Sehat bagi Jemaat GMIT Baitesda Nekon
Artikulli tjetërWagub Johni Asadoma Resmikan NTT Mart di Sumba Timur, Akses Pasar UMKM Diperluas

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini