Kefamenanu, FKKNews.com – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) melakukan diskusi bersama Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) TTU untuk membahas rencana kolaborasi program Sekolah Kepemiluan yang bertujuan memperkuat pendidikan politik bagi generasi muda, Rabu (11/3/2026).
Pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua GAMKI TTU, Melki Bukifan, bersama Sekretaris Ayub Udju Dima Raka, Wakil Ketua I Piki Pardede, Wakil Ketua II Ridwan Polly, serta anggota Defri Sae. Rombongan GAMKI diterima oleh anggota Bawaslu TTU, Heppy Oktavia dan Helen Taus.
Ketua GAMKI TTU, Melki Bukifan, menjelaskan bahwa pertemuan ini merupakan langkah awal membangun sinergi antara organisasi kepemudaan dan lembaga pengawas pemilu dalam meningkatkan literasi politik generasi muda di daerah.
Menurutnya, program Sekolah Kepemiluan sangat penting untuk membekali kader muda dengan pemahaman yang komprehensif mengenai regulasi pemilu, mekanisme pengawasan, serta peran aktif pemuda dalam menjaga integritas proses demokrasi.
“Melalui kolaborasi ini, kami berharap kader-kader muda dapat memahami secara lebih mendalam tentang proses demokrasi dan ikut berperan aktif dalam menjaga integritas pemilu di Kabupaten Timor Tengah Utara,” ujar Melki.
Sementara itu, anggota Bawaslu TTU, Heppy Oktavia, menyambut baik inisiatif GAMKI yang menunjukkan komitmen generasi muda dalam mendukung pengawasan partisipatif terhadap proses pemilu.
Menurutnya, keterlibatan kelompok pemuda sangat penting untuk mendorong terwujudnya proses demokrasi yang bersih, transparan, dan berkualitas di Kabupaten Timor Tengah Utara.
“Bawaslu TTU tentu sangat terbuka terhadap kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi kepemudaan, dalam memperkuat pendidikan politik dan pengawasan partisipatif di daerah,” ungkap Heppy.
Melalui pertemuan tersebut, kedua pihak berharap sinergi antara Bawaslu TTU dan GAMKI dapat terus diperkuat guna membangun kesadaran politik generasi muda sekaligus mengawal demokrasi yang sehat dan berintegritas di Kabupaten Timor Tengah Utara.






















































