Beranda Lainnya Olahraga Satu Skak untuk Solidaritas: GAMKI NTT–GMKI Kupang Satukan Kader di Meja Catur,...

Satu Skak untuk Solidaritas: GAMKI NTT–GMKI Kupang Satukan Kader di Meja Catur, Percasi Turut Hadir

45

Kupang, FKKNews.com – Bukan sekadar adu strategi di atas papan hitam-putih, Lomba Catur Persaudaraan yang digelar Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) NTT bersama Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Kupang menjelma menjadi ruang hangat untuk merajut kebersamaan kader muda Kristen di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Puluhan kader dari dua organisasi ini duduk berhadapan, bukan sebagai lawan, tetapi sebagai “kawan berpikir” yang dipertemukan dalam semangat persaudaraan.

Ketua DPD GAMKI NTT, Winston Rondo, sejak awal menegaskan bahwa catur dipilih bukan sekadar olahraga, melainkan simbol cara kader berpikir dan bertindak.

“Dalam organisasi dan pelayanan, kita butuh strategi, ketenangan, dan sportivitas. Itu semua ada dalam catur,” tegasnya ketika membuka Lomba Catur Persaudaraan yang digelar DPD GAMKI NTT bersama GMKI Cabang Kupang.

Bagi Winston, meja catur adalah metafora kehidupan organisasi. Setiap langkah bukan hanya soal menang atau kalah, tetapi tentang bagaimana membangun arah dan menjaga relasi.

“Ini bukan soal siapa paling hebat. Ini tentang bagaimana kita saling mengenal, saling menguatkan, dan tetap satu dalam pelayanan,” lanjutnya.

Ia bahkan menekankan, perbedaan strategi di atas papan justru menjadi kekuatan dalam gerakan bersama.

“Tidak ada lawan di sini. Yang ada hanya kawan berpikir dan kawan dalam pelayanan,” ujarnya menegaskan.

Senada dengan itu, Ketua GMKI Cabang Kupang, Andraviani Laiya, melihat turnamen ini sebagai ruang belajar karakter bagi kader muda.

“Catur mengajarkan kita berpikir sebelum melangkah, tetap tenang dalam tekanan, dan menyusun strategi dengan bijak,” ungkapnya.

Namun ia mengingatkan satu hal penting: pertandingan boleh berakhir, tetapi persaudaraan tidak boleh retak.

“Di meja catur mungkin ada skakmat, tapi dalam hubungan kita sebagai kader, tidak boleh ada perpecahan,” tegasnya.

Kehadiran Persatuan Catur Seluruh Indonesia NTT turut memberi bobot tersendiri dalam kegiatan ini. Wakil Ketua Percasi NTT, Henri Mesak, menyebut langkah GAMKI dan GMKI sebagai terobosan cerdas dalam pembinaan kader.

“Catur itu olahraga otak. Ia melatih kita berpikir taktis, strategis, dan penuh perhitungan. Ini penting bagi kader organisasi,” jelasnya.

Lebih jauh, ia berharap dari ruang sederhana ini lahir potensi-potensi besar.

“Bisa saja dari sini lahir atlet catur NTT ke depan. Tapi yang paling penting, persaudaraan yang terbangun hari ini,” katanya.

Mengusung tema “Satu Langkah untuk Kebersamaan, Satu Skak untuk Solidaritas,” turnamen ini menjadi bukti bahwa kebersamaan tidak selalu harus dibangun lewat forum besar, cukup dari satu meja, satu papan, dan satu semangat yang sama.

Di tengah bidak-bidak yang bergerak, sesungguhnya yang sedang dibangun adalah sesuatu yang lebih besar: kepercayaan, persahabatan, dan masa depan gerakan orang muda Kristen di NTT.

Artikulli paraprakYang Yerluka Yang Menyembuhkan, Renungan Minggu Sengsara VII Oleh Pdt. Desiana Rondo Effendy, M.Th, GMIT Moria Liliba – Klasis Kota Kupang Timur
Artikulli tjetërPercasi NTT Nilai Turnamen Catur GAMKI–GMKI sebagai Media Efektif Pembinaan Kader

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini