Beranda Keagamaan Memuliakan Allah dalam Penderitaan, Renungan Minggu Sengsara V, Oleh: Desiana Rondo Effendy,...

Memuliakan Allah dalam Penderitaan, Renungan Minggu Sengsara V, Oleh: Desiana Rondo Effendy, GMIT Moria Liliba, Klasis Kota Kupang Timur

192

Shalom sahabat sepelayanan. Selamat menikmati pemeliharaan Tuhan dan selamat mempersiapkan ibadah Minggu Sengsara Kelima.

Kiranya renungan ini dapat menolong kita saling melengkapi dalam mempersiapkan bacaan firman bersama umat.

Salam dan doa dari saya Pdt. Desiana Rondo Effendy, M.Th, GMIT Moria Liliba – Klasis Kota Kupang Timur, Minggu, 15 Maret 2026

Tema: Memuliakan Allah dalam Penderitaan

Bacaan Alkitab: Yohanes 12:20–36

Pengantar

Perikop ini menegaskan satu panggilan besar bagi gereja dan setiap orang percaya.

Salib Kristus bukan hanya untuk dikagumi.
Salib Kristus adalah panggilan untuk diikuti.

Allah dimuliakan melalui penderitaan Kristus.
Keselamatan lahir melalui pengorbanan Kristus.
Dan murid-murid Kristus dipanggil untuk menyerahkan hidup mereka bagi Dia.

Karena itu pertanyaan besar dari teks ini bukan hanya:

“Apakah kita percaya kepada Yesus?”
Tetapi yang lebih dalam adalah:
“Apakah kita sungguh siap mengikuti Dia?”

Sebab di mana Yesus berada, di situlah murid-murid-Nya berada, bahkan jika jalan itu adalah jalan salib yang akhirnya menuju kemuliaan.

Penjelasan Teks

Bagian Injil Yohanes 12:20-36 merupakan salah satu bagian yang sangat kuat secara teologis.

Di dalamnya Yesus mulai berbicara secara terbuka tentang:

– saat penderitaan-Nya
– makna kematian-Nya bagi dunia
– serta panggilan bagi setiap orang percaya untuk mengikuti Dia.

1. Kemuliaan Allah Dinyatakan Melalui Salib

Yesus berkata:
“Telah tiba saatnya Anak Manusia dimuliakan.”

Namun yang dimaksud Yesus dengan kemuliaan bukanlah mahkota, kekuasaan politik, atau kemenangan duniawi.

Kemuliaan itu justru terjadi melalui penderitaan dan salib.

Injil Yohanes menunjukkan sebuah paradoks iman:

– Dunia melihat salib sebagai kekalahan
– Tetapi Allah menjadikannya puncak kemuliaan-Nya

Di salib Allah menyatakan tiga hal sekaligus:

– Kasih-Nya yang total kepada manusia
– Keadilan-Nya terhadap dosa
– Kuasa-Nya yang mengalahkan kejahatan

Artinya, salib adalah pernyataan Allah kepada dunia bahwa kasih lebih kuat dari pada dosa dan maut.

2. Keselamatan Lahir Melalui Pengorbanan Kristus

Yesus memberikan sebuah gambaran yang sangat dalam:

“Jika sebutir gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja. Tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.”

Ini adalah gambaran tentang pengorbanan Kristus.

Yesus menjelaskan bahwa hidup baru bagi banyak orang hanya mungkin terjadi melalui kematian-Nya.

Seperti biji yang harus mati di dalam tanah agar tumbuh kehidupan baru, demikian juga:

Kristus mati, supaya manusia memperoleh hidup

Salib adalah jalan keselamatan yang telah ditetapkan Allah sejak semula.

3. Mengikut Yesus Berarti Menyerahkan Hidup

Yesus berkata dengan sangat tegas:
“Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikuti Aku.”

Iman Kristen bukan hanya percaya kepada Yesus, tetapi juga mengikuti Yesus.

Yesus juga berkata:

– Siapa mencintai hidupnya akan kehilangan hidup itu

– Siapa menyerahkan hidupnya akan memperoleh hidup kekal

Artinya, menjadi murid Kristus berarti:

Hidup bukan lagi untuk diri sendiri tetapi untuk Tuhan dan kebenaran-Nya.

Mengikut Yesus berarti:
– berani hidup benar di tengah dunia yang gelap
– berani memikul salib
– berani setia walau ada harga yang harus dibayar.

Namun Yesus juga memberikan janji yang indah:

“Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa.”

Refleksi dan Aplikasi

Dari teks ini kita menemukan tiga kebenaran besar bagi orang percaya:

1. Allah dimuliakan melalui penderitaan Kristus.
2. Keselamatan dunia lahir dari salib.
3. Setiap orang percaya dipanggil mengikuti Kristus dengan menyerahkan hidupnya.

Salib bukan hanya cerita tentang penderitaan Yesus.

Salib adalah undangan Allah kepada manusia untuk mati terhadap dosa
dan bangkit dalam hidup yang baru.

Yesus memanggil murid-murid yang berani mengikuti-Nya sampai ke salib.

Jika Kristus rela menyerahkan hidup-Nya untuk dunia, maka orang yang percaya kepada-Nya tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi hidup untuk Dia yang telah mati dan bangkit baginya.

Selamat mempersiapkan diri memasuki Minggu Sengsara.
Tuhan Yesus memberkati 🙏🙏🙏

Artikulli paraprakHari Pertama Sekolah Demokrasi GAMKI Sumba Timur, Bawaslu Paparkan Tugas dan Fungsi Penyelenggara Pemilu
Artikulli tjetërPleno PAC Demokrat Amfoang Selatan: Selain Bentuk Ranting, Demokrat Siapkan Program Tanam Sengon Laut

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini