Waingapu, FKKNews.com – Rangkaian kunjungan kerja Ketua Umum PP Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Prima Surbakti, dan Ketua Umum DPP Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI), Sahat Martin Philip Sinurat, di Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur, diawali dengan agenda silaturahmi kelembagaan dan penguatan jejaring pada Senin (26/1/2026).
Pada hari pertama kunjungan, Ketua Umum PP GMKI Prima Surbakti tiba di Bandara Umbu Mehang Kunda, Waingapu, dan disambut langsung oleh jajaran BPC GMKI Waingapu bersama para senior GMKI. Penyambutan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan, menandai dimulainya rangkaian agenda nasional GMKI di Sumba.
Usai kedatangan, agenda dilanjutkan dengan silaturahmi kelembagaan ke Sinode Gereja Kristen Sumba (GKS). Pertemuan ini menjadi ruang dialog antara GMKI dan pimpinan gereja untuk membahas peran strategis mahasiswa Kristen dalam pelayanan, pendidikan, serta kontribusi sosial di tengah dinamika masyarakat Sumba. Selain itu, Ketum GMKI juga dijadwalkan melakukan pertemuan dengan unsur Pemerintah Daerah setempat, sebagai bagian dari upaya membangun komunikasi dan sinergi antara organisasi kemahasiswaan dan pemerintah.
Sementara itu, di hari yang sama, Ketua Umum DPP GAMKI Sahat Sinurat tiba lebih dahulu di Pulau Sumba melalui Bandara Lede Kalumbang, Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya. Kedatangannya disambut Ketua DPD GAMKI NTT dan sejumlah pengurus DPC GAMKI setempat, sebelum melanjutkan agenda kunjungan lintas wilayah di Sumba Barat Daya, Sumba Barat, dan Sumba Tengah.
Kunjungan lintas kabupaten ini dimanfaatkan Ketum GAMKI untuk bertemu langsung dengan pengurus cabang, kader, serta tokoh-tokoh lokal, guna menyerap dinamika organisasi di daerah sekaligus memperkuat konsolidasi dan arah gerakan GAMKI di daratan Sumba.
Pada malam hari, kedua pimpinan nasional GAMKI dan GMKI kembali bertemu dalam sebuah agenda dialog dan pertemuan bersama para senior GMKI dan GAMKI. Forum ini menjadi ruang berbagi pengalaman lintas generasi, refleksi perjalanan gerakan, serta penguatan nilai-nilai kebangsaan dan keumatan yang menjadi fondasi perjuangan organisasi.
Dialog tersebut juga dimanfaatkan sebagai sarana konsolidasi informal, mempererat hubungan antara generasi senior dan kader muda, serta memperkuat komitmen bersama untuk menjadikan GMKI dan GAMKI tetap relevan, responsif, dan berdampak bagi gereja, masyarakat, dan bangsa.
Rangkaian agenda hari pertama ini menjadi fondasi penting bagi pelaksanaan kegiatan utama pada hari-hari berikutnya, termasuk Seminar Nasional di Kampus UNKRISWINA Sumba dan konsolidasi organisasi GAMKI se-daratan Sumba. (FKK)






















































