Kupang, FKKNews.com – Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-64, Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang akan di rayakan pada (23/4/2026) di Kota Kupang, akan ditandai dengan peluncuran sejumlah program strategis yang menegaskan arah gerakan pemuda yang lebih konkret dan berdampak.
Ketua DPD GAMKI NTT, Winston Rondo, menegaskan bahwa perayaan HUT tahun ini tidak sekadar seremoni, tetapi menjadi ruang konsolidasi gerakan untuk menjawab berbagai persoalan sosial di daerah. Hal tersebut disampaikannya dalam rangkaian perayaan HUT GAMKI ke-64.
“GAMKI harus hadir sebagai solusi. Iman tidak boleh berhenti di mimbar, tetapi harus bekerja dan berdampak nyata bagi masyarakat,” tegas Winston ketika memimpin rapat bersama panitia HUT GAMKI di Rumah Orela, Sekretariat DPD GAMKI NTT, Jalan Keramat Jati nomor 15, Kelurahan Maulafa, Kota Kupang, Jumat (27/3/2026).
Sebagai bagian dari penguatan peran kader, GAMKI NTT juga akan melantik BRIGSENA (Brigade Serbaguna GAMKI) yang diproyeksikan menjadi garda terdepan dalam aksi sosial dan pengabdian masyarakat.
BRIGSENA diharapkan mampu merespons berbagai persoalan kemanusiaan secara cepat, terorganisir, dan terukur, sekaligus memperkuat kehadiran GAMKI di tengah masyarakat.
Selain itu, GAMKI NTT juga akan membentuk Tim Reaksi Cepat (TRC) Tanggap Bencana melalui program pendidikan dan pelatihan dasar (Diklatsar). Program ini dirancang untuk membekali kader dengan keterampilan dasar penanganan bencana serta meningkatkan kesiapsiagaan komunitas.
“NTT adalah daerah rawan bencana. GAMKI harus siap hadir di garis depan, cepat, terlatih, dan terorganisir,” ujar Winston yang juga Wakil Ketua Komisi V DPRD NTT ini.
Tak hanya berfokus pada aspek sosial, menurut mantan Ketua Pemuda Sinode GMIT ini, GAMKI NTT juga meluncurkan akan Sekolah Demokrasi Pemuda Gereja sebagai ruang kaderisasi bagi generasi muda yang memiliki kesadaran politik, kapasitas kepemimpinan publik, serta komitmen pada nilai demokrasi dan keadilan.
Program ini diharapkan melahirkan kader-kader muda yang kritis, etis, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.
Di sisi lain, GAMKI juga memperkuat pemberdayaan ekonomi melalui pembukaan Sekolah Event Organizer (EO) dan Wedding Organizer (WO), sebagai upaya membekali pemuda dengan keterampilan praktis di bidang industri kreatif.
“Pemuda tidak hanya harus kuat secara idealisme, tetapi juga mandiri secara ekonomi dan mampu menciptakan peluang,” lanjutnya.
Sebagai bagian dari perayaan, mantan Ketua GMKI Cabang Kupang ini juga membeberkan bahwa GAMKI NTT juga akan menganugerahkan GAMKI Award kepada tokoh-tokoh yang dinilai berjasa dalam berbagai bidang, mulai dari pertanian, politik, seni budaya, hingga perdamaian dan toleransi.
Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas kontribusi nyata yang berdampak bagi masyarakat dan pembangunan di Nusa Tenggara Timur.
Lebih lanjut pendiri LSM CIS Timor ini menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan HUT ke-64 GAMKI turut diisi dengan ibadah syukur, refleksi perjalanan organisasi, serta ruang kebersamaan kader yang melibatkan pengurus dari seluruh kabupaten/kota di NTT bersama mitra gereja, pemerintah, dan masyarakat sipil.
Melalui momentum ini, GAMKI NTT kembali menegaskan komitmennya sebagai gerakan pemuda yang tidak hanya hadir dalam wacana, tetapi bekerja nyata di tengah masyarakat.
“GAMKI tidak boleh hanya hadir dalam forum diskusi. Kita harus turun ke lapangan dan memastikan kehadiran kita benar-benar dirasakan oleh rakyat,” tutupnya.


















































