Beranda Lainnya Refleksi Pengampunan yang Membebaskan : Renungan Minggu Sengsara I – 15 Februari 2026

Pengampunan yang Membebaskan : Renungan Minggu Sengsara I – 15 Februari 2026

1105
xr:d:DAFimC808DM:27,j:47067432310,t:23051310

Shalom Sahabat sepelayanan, selamat menikmati pemeliharaan Tuhan dan selamat mempersiapkan ibadat Minggu bagi semua sahabat terkasih. Kita menghayati Minggu Sengsara I Tuhan Yesus Kristus. Mari kita saling melengkapi dalam menyiapkan bacaan bersama umat. Salam dan doa beserta.

Pdt. Desiana Rondo Effendy, M.Th
GMIT Moria Liliba, Klasis Kota Kupang Timur
Minggu, (15/2/2026)

Bacaan Alkitab Matius 18:21–35

Pengantar

Yesus mengajarkan tentang pengampunan dengan menggunakan perumpamaan orang berhutang yang tidak mau mengampuni sesamanya.

Pengampunan yang diterima dari Tuhan mesti diteruskan kepada sesama manusia. Kita diingatkan bahwa Allah telah mengampuni kita tanpa batas. Oleh karena itu, kita pun mesti mengampuni sesama tanpa batas.

Pengampunan bukan hanya tentang melupakan kesalahan, tetapi juga melepaskan.

Mengampuni itu memutus rantai lingkaran dosa balas dendam. Bila kita tidak mengampuni orang yang bersalah kepada kita, tetapi membalas kejahatan dengan kejahatan, maka ia akan kembali kepada kita (balas dendam). Dan semakin besar masalah yang menyebabkan permusuhan.

Penjelasan Teks

Matius 18:21-35 mengajarkan tentang kewajiban mengampuni sesama tanpa batas, berdasarkan atas belas kasih Allah yang tak terhingga kepada manusia.

Melalui perumpamaan hamba yang tak tahu berterima kasih, Yesus menegaskan bahwa pengampunan tidak dihitung secara matematis. Ketika ditanya apakah mengampuni sampai tujuh kali sudah cukup, Yesus menjawab:
“Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.”
Ini bermakna bahwa pengampunan tidak terbatas, melainkan merupakan sebuah sikap hati yang penuh belas kasihan.

Yesus menampilkan kontras yang sangat tajam melalui besarnya hutang: 10.000 talenta dan 100 dinar.

Berat 1 talenta: 34 kg, nilainya = 6.000 dinar

Berat 1 dinar: 4 gram

Perbandingan berat:
10.000 talenta × 34 kg = 340.000 kg
100 dinar × 4 gram = 400 gram (= 40 kg)
Selisih: 339.960 kg.

Sikap pemberi hutang 10.000 talenta adalah belas kasihan (ayat 27).

Sebaliknya, pemberi hutang 100 dinar tidak memiliki belas kasih (ayat 30, bandingkan ayat 33).

Padahal keduanya sama-sama hamba (ayat 28). Mereka memiliki status yang sama dan memiliki tuan yang sama.

Yesus menegaskan pada ayat 34–35 bahwa jika kita yang sudah menerima pengampunan tidak bersedia mengampuni, maka Bapa yang telah mengampuni kita karena belas kasih akan menghukum kita karena kita tidak mempraktikkan belas kasih yang sama.

Refleksi dan Aplikasi

Mengampuni itu seperti membuang sampah dari hati dan pikiran membersihkan hati dan pikiran dari kemarahan serta rencana balas dendam.

Dengan membuang “sampah” pikiran jahat untuk membalas, hati-batin menjadi lebih tenang dan tentram, serta mendukung hidup sehat secara jasmani dan rohani.

Mengampuni adalah tanda kekuatan, bukan tanda kelemahan. Kuat juga berarti kuat dalam iman, dalam kasih, dan dalam belas kasih.

Pentingnya mengampuni menegaskan bahwa dalam hidup bersama sebagai jemaat pun kita tetap mungkin berbuat salah kepada sesama.

Allah Bapa mengampuni kita karena kasih-Nya yang besar. Dalam pengorbanan Anak Tunggal Allah, kita menerima pengampunan dan pembebasan. Mari belajar dari kasih Bapa untuk menjadi anak-anak Bapa yang memandang karya agung Anak-Nya yang tersalib dan sengsara bagi penebusan dosa kita.

Selamat menghayati Minggu Sengsara Tuhan Yesus Kristus.

Artikulli paraprakGMKI Kupang Desak Gubernur NTT – Bupati Kupang Temui Presiden agar Jalan Amfoang Diintervensi APBN
Artikulli tjetërPulang Rakornas Wabup Sarai Langsung Laksanakan Instruksi Presiden, Pimpin Jumat Bersih Dukung Indonesia ASRI

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini